Lawan Tinder Mau Bikin Kapok Karakter Kejahatan Seksual

Lawan Tinder Mau Bikin Kapok Karakter Kejahatan Seksual

VIVA   –  Bumble, penerapan kencan online pesaing Tinder, menukar cara kerja fitur unmatch. Siasat ini dilakukan dengan alasan untuk keselamatan pengguna mereka, terutama hawa. Cara kerja sebelumnya adalah saat ‘match’ dan salah satunya membatalkan ‘unmatched’, maka percakapan keduanya bakal menghilang.

Namun, peristiwa ini membuat pelaku kejahatan erotis bisa meninggalkan percakapan di tulisan chat sebelum korban memiliki jalan untuk melaporkan mereka.

Baca: Kencan Online Harus Video Call Biar Gak Kayak Beli Kucing dalam Karung

Melansir laman TechCrunch , Rabu, 11 November 2020, mutasi cara kerja ini akan menyulitkan pelaku kejahatan seksual untuk menggunakan fitur aplikasi dan menghindari untuk dilaporkan oleh para korban.

Dengan demikian, jika ada yang unmatch maka seluruh celoteh akan menghilang dengan pengguna lainnya. Namun, bagi mereka yang ‘unmatched’, kolom chat akan berubah menjadi abu-abu.

Jika pemakai masuk ke kolom chat, maka akan tersedia notifikasi pengguna lain telah pergi dari percakapan. Pada bagian bawah tersedia boks penawaran buat mengakses ke bagian Bantuan.

Namun, bila ada pengguna berlaku tidak pantas dan menggar aturan Bumble, karakter yang tidak unmatched memiliki jalan untuk melaporkannya. Meskipun mereka menyelam dan tidak dapat masuk pada kolom percakapan.

Bagian Bumble mengatakan jika history percakapan akan masih ada. Jadi maklumat itu dapat meninjaunya nanti. Bumble juga mengklaim jika hanya maklumat itu yang menyediakan opsi sifat itu di antara aplikasi janji online lainnya. Perubahan ini mendaftarkan pemberitaan bahaya penggunaan aplikasi janji termasuk Tinder.

Taat laporan Australian Broadcasting Corporation , 48 dari 231 responden survei menyatakan telah memakai Tinder dan melaporkan adanya kegiatan pelanggaran seksual kepada pihak platform. Namun hanya 11 dari petunjuk yang ditanggapi dan hanya dibalas oleh pesan generik tanpa ada informasi soal tindakan yang diambil.

Buntut hal itu, Tinder mengumumkan pembaruan mekanisme laporan baik dalam aplikasi atau email. Perusahaan mengarahkan pengguna untuk ke konselor krisis dan pendukung penyintas.