Hindari Menggunakan Kemasan Plastik dengan Tanda Ini

VIVA   – Kemasan plastik masih menjadi bagian dari kebutuhan kita sehari-hari. Mulai dari untuk menyembunyikan barang, hingga menyimpan makanan.

Tidak banyak yang mendapati, bahwa ada plastik dengan tanda khusus yang sebaiknya dihindari penggunaannya untuk makanan dan minuman karena mengandung zat berbahaya.

Zat yang dimaksud adalah bisphenol A atau lebih dikenal secara nama BPA, senyawa kimia dengan sudah dipakai sebagai bahan patokan pembuatan plastik polikarbonat sejak 1960-an.

  “Kita harus teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan. Misalnya kode plastik no 7, karena kode tersebut biasanya mengandung BPA. Meskipun bukan di level yang berbahaya, akan tetapi kalau bisa diihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang, ” ujar  dokter spesialis kandungan,   dr Darrel Fernando SpOG masa acara webinar, dikutip Rabu 16 Desember 2020.

Tengah itu, pendiri Parentalk. id,   Nucha Bachri  mengungkapkan bahwa banyak orangtua membeli wadah kemasan plastik untuk sang buah hati, tanpa memerhatikan kualitasnya. Termasuk juga galon air isi ulang.

“Beli barang jangan cuma sebab lucu dan harga aja. Tapi harus diperhatikan juga keamanannya. Perhatikan baik-baik,   pelajari dan cari tahu dulu bahan yang sedia kita beli seperti apa, ” tutur Nucha.

Saat proses pembuatan wadah, ada proses molekul BPA  yang  tidak berjalan sempurna, sehingga membuat molekul  bebas dan bermigrasi dari kemasan atau utilitas  makanan dan minuman. Meski jumlahnya tidak penuh, namun jika hal ini berlaku lama maka bisa menyebabkan pengaruh berbahaya.

Contohnya, proses isi ulang air galon kira-kira sudah sesuai standar, termasuk batas toleransi  molekul berbahaya.   Akan tetapi jika terakumulasi bertahun-tahun, maka mampu mengakibatkan hal yang serius untuk kesehatan anak balita dan ibu hamil.

“Kita mau terpapar jika  mengkonsumsi produk pangan yang terkontaminasi BPA. Hindari efek dengan mengurangi paparan, ” ungkap pakar teknologi pangan,   Dr Ing Azis Boing Sitanggang.