Printer Epson Andalan Bikin Skripsi Memiliki Sejarah Unik

Printer Epson Andalan Bikin Skripsi Memiliki Sejarah Unik

VIVA   –  PT Epson Indonesia merayakan dua dekade kiprahnya di Indonesia sejak 1 Oktober 2000, melalui produk printer berbasis Inkjet .

Ternyata, nama besar Epson di Indonesia lebih dulu dikenal bukan dari printer berbasis Inkjet , melainkan menggunakan Printer Dot Matrix atau printer dengan menggunakan  ribbon   atau pita untuk melakukan pencetakan. Printer jenis itu bertambah dulu masuk ke Indonesia meniti distributor dan menjadi andalan buat pembuatan skripsi.

Head of Marketing Epson Indonesia, Riswin Li, mengatakan Epson kemudian berekspansi ke Indonesia karena potensi alat perlengkapan kantor dan IT yang besar.

“Sebagai salah satu negara berkembang, maka Indonesia memiliki potensi rekan yang sangat besar terutama untuk produk IT atau perlengkapan pejabat yang sesuai dengan  line-up  sebab Epson, ” ujar Head of Marketing Epson Indonesia, Riswin Li dalam siaran pers, Kamis 17 Desember 2020.

Riswin Li menambahkan, “Hampir semua buatan Epson adalah  market leader  pada masing-masing kategori, baik itu printer,   projector   dan robotika. ”

Dijelaskan Riswin, Epson memiliki strategi inovasi produk yang dikembangkan setiap tahun, sehingga dapat menyerap kebutuhan pasar.

“Strategi Epson adalah memenuhi hajat pasar, kami mencoba mengerti apa kebutuhan pasar sesungguhnya di per segmen. Dari situ kami berusaha mengembangkan produk yang bisa menjadi solusi untuk konsumen. Didukung awak Research  and  development (R& D) kuat, Epson dapat mengembangkan teknologi sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumen, ” kata Riswin.

Secara garis besar, Epson Ijmal membagi Product Line-up menjadi 4 bagian, pertama Inkjet Innovation (Printer), kedua Robotic Innovation, ketiga Visual Innovation (Projector), terakhir Wearable Innovation (Jam tangan, Kaca Mata Pintar). Dengan bertahap, berbagai produk itu dibawa ke Indonesia.

Buat saat ini, Epson Indonesia fokus pada Printer Inkjet dan Compact priter dengan InkTank Printer, Business Printer, Label Printer dan POS Printer.

Kemudian Commercial and Industry (C& I) Printer/ Printer Large Format melalui Photographic, Corporate Signage atau papan iklan, Label dan Textile Printing. Kemudian Visual Product/Projector melalui Business Projector, Interactive Projector, Home Projector. Serta Robotic dengan Industrial Robot solution.

“Target kami ialah menjadi perusahaan yang tidak tergantikan dalam memberikan solusi kepada konsumen, sesuai dengan  tagline  kami ‘Exceed Your Vision yaitu memberikan penyelesaian atau manfaat melebih harapan konsumen, ” jelas Riswin.

Siasat Epson di masa pandemi COVID-19 adalah mengembangkan pola koneksi berbasis digital kepada konsumen.

“Harus diakui kami terdampak juga dengan kondisi ini, pertama di awal masa pandemi ataupun periode April-Mei. Setelah periode tersebut bisnis kami mulai kembali lahir, hal ini adalah  impact  dibanding kegiatan atau komunikasi yang saya lakukan sehubungan dengan pandemi, ” ungkap Riswin.

Marketing Communication  and  PR Manager Epson Indonesia mengatakan, “Epson Indonesia memajukan komunikasi mengenai hal tersebut seperti  Work from Home  (WFH) dan  school from home  (SFH). Koneksi yang dilakukan berbasis digital atau  online  melalui sosial media, iklan digital hingga  email marketing. ”

Epson di Nusantara juga menggerakkan kegiatan sosial pada bidang pendidikan, lingkungan dan klub, sesuai Sustainable Development Goals yang ditetapkan PBB dengan beberapa target seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan. (ant)